Tinggi Raja Bukit Kapur Kawah Biru

Jalan-jalan.....?
Dengar nama ini bagi yang suka liburan pasti langsung segar dan semangat, Knapa tidak?
Kali ini kita akan membahas jalan jalan ke Cagar Alam dengan air panas dan perbukitan.
Objek wisata ini masi alami  bernama Bukit Kapur Kawah Dolok Tinggi Raja yang berada di Desa Tinggi Raja, Kecamatan Silau Kahean,
Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara sekitar 120 KM dari Kota Medan.

Nama tempat wisata ini banyak di kenal sebagai Kawah Biru / Kawah Putih / Bukit Tinggi Raja / Air Panas Tinggi Raja dan ada juga yang sebut namanya sebagai Bukit Kapur. Tapi apa pun namanya tidaklah jadi masalah yang penting Bisa sampe di objek wisata ini ya.
Sepanjang perjalanan dari Medan menuju lokasi ini Cukup menantang bagi para rider motor atau supir, Kenapa tidak karena  selain jaraknya yang jauh, ada trek berbatu dan lumpur yang akan dilalui dalam perjalanan tapi tenang aja mata kita akan dimanjakan dengan hijaunya pepohonan dan udara yang masih sejuk selama perjalanan.Lama waktu yang kita butuhkan kesana cukup 3-4jam perjalanan sudah sampai di lokasi.
Transportasi kesana sih di sarankan naik Motor aja, Bukan gak bisa bawa mobil karena kondisi jalan dari tanah liat dan krikil terus kiri kanan jurang dan anda sudah bisa bayangkan kalau datang hujan atau gerimis aja kan...?

Biaya Masuk Ke Objek Wisata
Transportasi anda = Minyak Rp 45.000/Motor Makan = Rp 15.0000 /orang
Pintu Masuk di Jaga orang PP (Pemuda Pancasila) = Rp.3000/orang
Pungutan Pekerja Jalan atau Pungutan suka rela dari simpang sampai objek wisata bisa mencapai 7 kali punguntan bisa minimal = Rp.1000/pungutan
Karcis Resmi dari Petugas Kecamatan = Rp.2000/orang
Itulah rincian kasar biaya yang bisa kita berikan mungkin bisa berubah

Untuk mencapai lokasi kawasan wisata ini, ada dua alternatif perjalanan darat yang bisa ditempuh:

* Medan => Amplas => Lubuk Pakam => Galang => Dolok Masihol => Nagori Dolok => Dolok Tinggi Raja
* Medan => Amplas => Lubuk Pakam => Tebing Tinggi => Dolok Merawan => Dolok Tinggi Raja
* Medan => Amplas => Lubuk Pakam => Galang => Bangun Purba => Dolok Tinggi Raja

Objek wisata cagar alam ini seluas 176 hektar, memiliki sumber air panas berasal dari bukit bukit kecil di daerah itu dan mengalir ke sungai Bah Balakbak yang bebatuan dan airnya yang jernih dan sejuk.
Suhu air sekitar 60 Derajat Celcius.
Kawasan ini telah dilindungi sejak tahun 1924 melalui keputusan bersama raja-raja Simalungun dan pernah di tutup oleh kebijakan pemerintah untuk menjaganya dan pada tahun 1990 cagar alam ini di buka kembali bagi wisatawan berdasarkan UU No.5
yang mengizinkan cagar alam tinggi raja di buka bagi wisatawan dan penelitian tanpa merusak ekosistem yang ada di dalamnya
Objek  yang ada di dalamnya berupa Mata Air Panas, Pohon Pandan Raksasa, Pohon Beringin, Sungai Pemandian, Gua Air Panas dan Binatang Liar
Fasilitas yang ada di dalamnya berupa Parkiran, Pondok Teduh, Makanan Ringan

Comments

  1. Bukit Kapur Tinggi Raja ( kawah Putih )
    berkali kali pergi pulang dari sana, semakin lama semakin mengecewakan..
    sudah perjalanan yang sangat jauh sampai 3-4 jam disertai jalan yang rusak
    dan juga cuaca yg panas, tapi dianggap seperti BANK BERJALAN.
    berawal dari permintaan sumbangan dikarenakan perbaikan jalan yg rusak,
    maka kami hargai lah memberi sumbangan senilai 2ribu rupiah..
    sesampai disana masuklah ke toilet yg digantungkan kotak sumbangan. kami beri la 5 ribu rupiah
    berhubung ada sekitar 6 anggota yg memakai toilet tersebut
    tidak lama ke 3 kalinya berpergian ke Bukit Kapur ini, kami dihadang oleh sejumlah PP
    dan diwajibkan harus memberi uang senilai 10ribu rupiah ( Tidak tau dan tidak jelas untuk apa sumbangan tersebut )
    dgn rela kami berikan saja, jika tidak dikasi, kami akan dihadang soalnya.
    lanjut perjalanan, kami dimintai lagi sumbangan senilai 5 ribu rupiah untuk perbaikan jalan.
    ( Sumbangan koq ada minimalnya )
    kami berikan lagi.. sesampai kedalam, dimintai lagi sumbangan, kami berikan lagi 2 ribu rupiah..
    dan sampailah disana..

    untuk kali ke 6 kami berpergian, masih sampai daerah bangun purba, sudah dihadang sekelompok
    anak muda tak dikenal dimintai uang sumbangan..pada saat itu mereka menghadang jalan agar tidak bisa dilewati.
    KAMI BERIKAN LAGI LAH UANG.
    sesampai di daerah PP, KAMI BERI LAGI UANG KAMI. dan sekiranya 3km kami jumpa lagi sejumlah pp
    yg memperbaiki jalan, KAMI BERI LAH 5 RIBU RUPIAH.
    dan sekiranya 3km, Dijumpai lagi sumbangan untuk perbaikan jalan.
    Kami berilah senilai 2 ribu rupiah dan hadiah yg kami dapat adalah makian seperti " KOK 2 RIBU KAU KASIH "
    lalu kami menjawab " sudah banyak didpn yg minta "
    dan kami pun dijawab " BUKAN URUSAN KAMI ITU " dgn nada bentak. ( Sedap? )
    tak jauh dari sana lagi, DIMINTA LAGI SUMBANGAN WAJIB. KAMI BERILAH LAGI.
    tak jauh lagi dari sana, disambut juga anak anak kecil yg mengikuti org dewasa yg minta meminta
    ( Mungkin orang tuanya juga begitu )
    Sesampai disana, DIMINTAI LAGI tiket masuk perkepala senilai Rp,1000. mmg tdk banyak tapi uda habis dari awal.
    Belum lagi mau HITUNG PARKIR disana 10RIBU Sampai 30RIBU.

    untuk kali ke 10 berpergian, Seperti itu juga, dan jauh lebih parah, 8x dimintai sumbangan setan
    masing" minta minimal tuntutan, kalo ga dikasi uangnya, ga dikasih lewat plus dimaki.
    hitunglah 10ribu untuk 1 tempat, jika dikali 8 sudah 80 ribu perak.
    parahnya lagi toilet disana juga ikut ikutan dimintai perkepala 3000 untuk skali masuk tanpa alasan apapun.
    3000 rupiah jika bawa teman 30 org udah 90 ribu. belum lagi pas pulangnya masuk lagi uda 180ribu..
    Jika ditotal dari awal sampe pulangnya sudah mau habis uang sekitar 300 ribu.
    180ribu untuk toilet, 10ribu untuk masing" sumbangan sampai sekitar 8x dan jadi 80 ribu.
    belum termasuk uang masuk dan uang parkir
    ditotal sudah 300ribu lebih..

    SUMBANGAN ATAU PEMERASAN!!?????ADA KAKI ADA TANGAN DIPAKE BUAT NGEMIS
    ORANG JAUH JAUH DATANG MAU BERWISATA LIBURAN, TP DIANGGAP SEPERTI BANK BERJALAN.

    Uang tak jelas kemana dan untuk apa, jalan tetap makin rusak, serba uang disana, sampah bertebaran kemana mana.
    alam dirusak rusak, pohon ditebang tebang.
    Masihkah anda mau pergi?bole ditanya sama teman yg sudah pernah pergi. kalau perlu dicoba sendiri saja pergi
    semoga menikmati..

    ReplyDelete
  2. wah ...ini mah "wisata kekerasan" namanya..seremlah gak jadilah kesana... tempat laen aja

    ReplyDelete

Post a Comment

Terimakasih atas kontribusinya
Horas.....

Popular posts from this blog

Lirik Mauliate Ma - Dorman Manik

Lirik Tennang Attennang Attennang (Boru Toba) - Trio Elexis

Lirik- Ise Ma Mangapus Ilukkon - Bulan Panjaitan