Inilah rumah pengasingan Presiden Soekarno di daerah Batak.

Kita sudah mengetahui bahwa Ir. Soekarno adalah presiden pertama Indonesia. Namun di balik kegagahan dan kemahirannya berpidato, Bung Karno yang lahir 6 Juni 1901 di Blitar, Jawa Timur itu banyak mengalami kesulitan hidup. Bung Karno pernah tinggal di penjara atau rumah tahanan karena semangatnya untuk menjadikan Indonesia merdeka dari kekuasaan penjajah.

Kita mungkin tahu bahwa walaupun Indonesia sudah merdeka tanggal 17 Agustus 1945, namun penjajah Belanda masih tetap ingin menguasai Indonesia. Oleh karena itu Bung Karno pernah ditahan atau diasingkan oleh Belanda di awal-awal kemerdekaan. Bung Karno misalnya pernah tinggal di ruang tahanan yang kini menjadi Wisma Jati Menumbing, Kecamatan Menthok, Bangka Barat, dan tinggal di rumah Pesanggarahan Ranggam, Menthok.

Kemudian akhir tahun 1948 Bung Karno dipaksa tinggal di Wisma Bukit Kubu, Berastagi, dan kemudian ke Parapat (kini milik Pemprov Sumut). Konon saat itu banyak pemuda Batak yang gugur karena ingin membebaskan Bung Karno ketika Bung Karno di Parapat.

Bung Karno juga pernah dibuang Belanda ke Ende, Flores dari 14 Januari 1934-18 Oktober 1938. Bung Karno ditahan oleh tentara Jepang di Bukit Tinggi, Sumbar, dan ternyata tidak ditahan di Boven Digul.
rumah pengasingan Presiden Soekarno di Parapat
Rumah pengasingan Presiden Soekarno di Parapat

Inilah rumah pengasingan Presiden Soekarno di Parapat, yang sekarang menjadi milik Pemprov Sumatera Utara.

Setelah Presiden Soekarno diasingkan di Berastagi, oleh karena beberapa alasan keamanan saat itu maka pada tanggal 1 Januari 1949 beliau dipindahkan ke Kota Parapat. Di sebuah rumah milik Pemerintah Belanda persis berada di tepi Danau Toba. Dari rumah ini Bung Karno bisa menikmati keindahan Pulau Samosir dan Danau Toba.

Di rumah yang dibangun tahun 1820 dengan ukuran 10 x 20 m dan dikelilingi taman kira-kira seluas Dua hektar selama dua bulan Presiden Soekarno ditawan. Bukti keberadaan Bung Karno misalnya lukisan, perabotan rumah yang dulu dipakai seperti tempat tidur, kursi ukir, lukisan, foto, koleksi buku, dan lainnya masih terawat dengan baik di rumah ini.

Di Rumah dua lantai inilah Presiden Soekarno ditawan selama satu setengah bulan. Bukti keberadaan beliau terlihat dari beberapa lukisan dan perabotan rumah yang dulu dipakai oleh beliau. Beberapa diantaranya seperti Ruang dan tempat tidur, kursi ukir, lukisan, foto, koleksi buku, dan lainnya masih terawat dengan baik di rumah ini.

Di samping itu Bung Karno juga pernah ditawan di sebuah rumah di Berastagi, Karo sebelum dipindah ke Parapat. Bung Karno dinamai sebagai “Bapak rakyat Sirulo” oleh masyarakat Tanah Karo. Bung Karno diasingkan oleh Belanda bersama Agus Salim dan Sutan Syahrir di Villa Kubu Jalan Djamin Ginting, simpang Lau Gumbah Berastagi, Kabupaten Karo tahun 1948.
rumah pengasingan Presiden Soekarno di berastagi tanah karo
Rumah pengasingan Presiden Soekarno di Berastagi Tanah Karo

Konon di rumah inilah Bung Karno saat berusia 35 tahun menjalani hukuman pembuangan sebagai tahanan politik Belanda di Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur.

Sumber :  sejarah.kompasiana.com

Popular posts from this blog

Lirik Dainang - Siantar Rap Foundation Feat Pitta Rose

Lirik- Ise Ma Mangapus Ilukkon - Bulan Panjaitan

Lirik Mauliate Ma - Dorman Manik