Pengolahan Makanan Khas Simalungun Dayok Nabinatur dan Hinasumba

     Simalungun mempunyai makanan khas yang hanya bisa kita temukan di Simalungun saja karena tidak terdapat di tempat lain, yaitu Dayok Binatur, ayam kampung jantan yang dipotong sedemikian rupa, sehingga membentuk posisi ayam ketika hidup. Dayok Binatur adalah makanan adat yang diberikan sebagai syukuran atas suatu pernikahan, pekerjaan maupun syukuran karena lolos dari kecelakaan.
Untuk pengolahan Cara pengolahanya berikut
Daging Ayam
  • Potong ayam dan kemudian bedah menurut karkasnya versi adat simalungun.(bisa di tanya
    sama orang batak simalungun)
  •  Ambil daging pada bagian dada ayam (untuk di cincang halus jadi Hinasumba),sisihkan
  • Haluskan semua bumbu-bumbu (lengkuas,jahe,bawang merah,bawang putih,lada)kecuali serai cukup memarkan saja.
  • Tumis bumbu yang telah di haluskan ,batang serai dan daun salam di dalam kuali kemudian masukkan potongan daging ayam besrta bagian dalamnya yang telah di bersihkan.
  • Tunggu kurang lebih 10 menit(setengah matang),kemudian masukkan kelapa parut yang sudah di sangrai terlebih dahulu.Biarkan selama 30 menit sampai ayamnya matang,lalu angkat.
 Kulit Sikkam untuk Hinasumbanya

  • Memarkan Sikkam sampai bisa di peras airnya,kemudian tambahkan sedikit air supaya bisa di peras.
  • Mulailah memeras sikkam yang sudah di beri air sebelumnya,sisihkan.
  •  Campur air sikkam dengan darah ayam yang di potong 
  • Cincang halus daging (dada ayam) yang telah di rebus bersama ayam tadi. 
  • Campurkan daging yang telah di cincang dengan darah yang telah di campur dengan air sikkam, dan hinasumba telah jadi.

Sajikan dengan  Susun ayam di sebuah piring lonjong mulai dari kepala,bagian dalam,sayap,paha dan sampai ekor ayam seperti pada gambar sebelumnya(1). Taburi hinasumba di sekeliling ayam yang sudah di susun, lalu hidangkan.

Popular posts from this blog

Lirik Dainang - Siantar Rap Foundation Feat Pitta Rose

Lirik- Ise Ma Mangapus Ilukkon - Bulan Panjaitan

Lirik Mauliate Ma - Dorman Manik